April 21st, 2012

“kalau nanti kamu pengen kembali?…”

……

aku mendengar ketukan pintu itu

perlahan tapi pasti

aku berjalan gontai..namun hati berdegup kencang

kubuka pintu itu..namun, kosong

aku kembali merebahkan diri, namun ketukan itu terdengar pasti ditelingaku. sangat pasti.

aku kembali berjalan ke arah pintu, kali ini dengan langkah pasti

kubuka pintu dengan tangan bergetar.

namun, tetap kosong…

sudah tahun ke 50 semenjak tahun pertama pintu itu terketuk namun, kosong

pintu itu mempermainkanku

50 tahun lamanya. selalu seperti itu.

aku memutuskan untuk tidur

aku lelah..

aku tertidur

100 tahun lamanya

aku takut untuk terbangun

aku lelah membuka pintu, jadi aku lebih memilih untuk tidur.

aku si pemalas?

ya..aku lebih baik disebut pemalas, daripada aku terus menerus membuka pintu yang ternyata kosong

karena, hidupku hanya untuk pintu itu

selamanya

di balik pintu kutempelkan selembar kertas yang aku berharap kertas itu tidak tertiup angin :

“kalau nanti kamu pengen kembali, apakah keadaannya masih sama?”

(terinspirasi dari tulisan teman di salah satu jejaring sosial…)

December 21st, 2011
Life comes with no guarantees, no time outs, no second chances, you just have to live life to the fullest, laugh as much as you can, spend all your money, tell someone what they mean to you, tell someone off, speak out, dare to be different, dance in the pouring rain, hold someone’s hand, comfort a friend, pig out, fall asleep watching the sun come up, stay up late, and smile till your face hurts. Don’t be afraid to take chances or fall in love and most of all, live in the moment because when you look back someday, knowing you have no regrets is going to be what makes you smile.
Sometimes when you have tried so hard to fix things, remember: you can’t change someone who doesn’t appreciate you. You will just have to let them go and move on to someone who does.
After a while you learn the subtle difference between holding a hand and chaining a soul, and you learn that love doesn’t mean leaning and company doesn’t mean security. You begin to learn that kisses aren’t contracts and presents aren’t promises, and you begin to accept your defeats with your head up and your eyes open; with the grace of an adult, not the grief of a child. You learn to build up all your roads on today because tomorrow’s ground is too uncertain for plans. After a while, you learn that even sunshine burns if you get too much. So plant your own garden and decorate your own soul instead of waiting for someone to bring you flowers. You learn that you really can endure, that you really are strong, and you really do have worth.
November 10th, 2011

……..

dear world,

wanna a piece of me? i give you a WHOLE of me!

agak sedikit bisa bernafas lega beberapa tugas “negara” akhirnya terkumpul. Setelah dipikir-pikir, kenapa kelihatannya jadi sebuah beban?

i am a little girl with a big dreams. seperti ketika kita mau mengunjungi beberapa tempat..yg jauh dan banyak, effortnya juga harus banyak, gk bisa instant.

now..gimana caranya kita bisa menikmati perjalanan yang panjang dan cukup berat itu? yaa..understanding. mengerti, siapa yang kita tunggu di tempat itu.

sejujurnya saya belum tau siapa yang saya tunggu ditempat itu. tapi pastinya papa mama dan gadis mungil saya melepas saya di garis start dan menunggu saya di garis finish.

saat ini hanya mereka bertiga yang benar-benar bisa membuat saya maju. klise kedengarannya..tp kalian akan mengerti ketika kalian merasakan bagaimana berharganya nyawa kalian, berharganya senyum orang tua kalian, berharganya senyum anak kalian, ketika kalian pernah diperhadapkan pada satu hari dimana semuanya hampir mati.

everyone told me, the best revenge with someone who has hurting you is live your life happier,greater,wonderful blablablaa. gak salah sih..tp sadar gak sadar, dengan konsep seperti itu sangat menunjukan betapa manusia adalah individu yang tidak pernah mau kalah. bagaimana manusia berusaha sebesar-besarnya tidak mau terlihat jatuh di depan orang yang telah membuatnya jatuh. dampaknya lebih besar daripada ketika manusia ingin membahagiakan orang yang jelas-jelas menyayangi mereka. pantas saja Tuhan tidak pernah berhenti mengijinkan iblis ngasi cobaan ke manusia. ibaratnya manusia kalo gak ditempeleng gak maju-maju. kalo gak dipecut gak maju-maju. seperti hewan (?)

berbulan-bulan saya menanggung “beban” ini. dan akan menjadi seumur hidup saya menanggung rasa bersalah ini. saya tidak akan pernah mendeclare “hey i am already move on” “moving forward” “i am straight, thankyou” or something like that. entah kenapa menurut saya statement2 seperti itu sampah. haha. maaf kalo ada yang pernah menulis hal-hal kayak gitu. karena entah kenapa dari 10 orang yang nulis kayak gitu 8 dari mereka sebenarnya masih di dalam kotak yang sama. dan sadar tidak sadar, orang-orang yang menulis seperti itu berarti they are still do care. kalo emg uda move on ya move on ajaa..ngapain ditulis2?berarti masih care dong..inget, kalo orang beneran kaya dia gak perlu teriak-teriak dia kaya orang juga bisa liat sendiri, orang kalo emg uda move on gak perlu teriak-teriak dia move on juga bakal terbukti sendiri.

mungkin gue belom dan emg gak bakal ngomong-ngomong juga kalo gue uda move on. it will happens naturally. gue cuma mau ngomong i am still walking. i will never run, and i will never stay. enjoying my journey of life. keep walking :]

now i am on my way to reach the “promise land”. in there, i will see a beautiful rainbow. everyday, i am waiting another God’s surprise. Tuhan saya memang suka bikin kejutan.

terkadang saya tidak bisa membedakan antara keberuntungan atau kesialan.

tidak perlu dibedakan, karena itu semua tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.

oke sekarang saya bingung mau menutup tulisan ini dengan kata2 apa.

karena saya sendiri bingung mau menulis judul dari tulisan ini apa.

just a randomly posting. hoho.

enjoy…

kind regards,

Windy P.S

October 9th, 2011
tiffanywilliam:

Love your parents. We are so busy growing up, we often forget they are also growing old.

tiffanywilliam:

Love your parents. We are so busy growing up, we often forget they are also growing old.